Langsung ke konten
Nerve Arena Main gratis
Menu

Seperti apa gayamu menghadapi konflik?

Kuis gratis 2 menit

Tidak ada orang yang menghadapi konflik dengan satu cara saja. Ada hari ketika kamu memperjuangkan keinginanmu, ada hari ketika kamu mencari kesepakatan, dan ada hari ketika kamu memilih merelakannya. Tapi kebanyakan orang tetap punya satu langkah yang paling dulu mereka ambil, apalagi saat tertekan: ketika rekan kerja mengklaim hasil kerjamu, ketika pasangan menginginkan hal yang berbeda, atau ketika salah satu orang tuamu kembali mengucapkan kalimat andalannya.

Di kantor1 / 12Dalam rapat, seorang rekan kerja mempresentasikan ide yang kamu ceritakan kepadanya minggu lalu seolah-olah itu idenya sendiri. Atasanmu menyukainya dan bertanya siapa yang akan memimpinnya.
Dengan pasangan2 / 12Sudah berminggu-minggu kamu mengerjakan sebagian besar pekerjaan rumah. Pasanganmu bilang sedang kewalahan dan bertanya apakah kamu bisa sekalian beres-beres rumah akhir pekan ini.
Dengan keluarga3 / 12Saat makan malam keluarga, salah satu orang tuamu lagi-lagi mengomentari pekerjaanmu, katanya kamu sebenarnya bisa dapat yang jauh lebih baik. Semua yang di meja terdiam.
Dengan teman4 / 12Seorang teman datang terlambat 40 menit ke acara makan malam, sudah ketiga kalinya bulan ini. Dia minta maaf, menyalahkan macet, lalu duduk.
Di kantor5 / 12Seorang rekan kerja terus-terusan terlambat menyerahkan bagiannya, sehingga kamu harus lembur demi tenggat tim. Serah terima berikutnya jatuh hari Jumat.
Dengan pasangan6 / 12Pasanganmu sudah membuat rencana dengan teman-temannya untuk Sabtu malam, satu-satunya malam yang kamu harap bisa kalian habiskan berdua setelah minggu yang sibuk.
Dengan keluarga7 / 12Seperti biasa, keluargamu berharap semua orang pulang saat hari raya. Tahun ini kamu sudah berencana liburan ke tempat lain, lalu salah satu orang tuamu menelepon menanyakan kapan kamu sampai.
Dengan teman8 / 12Saat makan malam bersama teman-teman, ada yang mengusulkan tagihannya dibagi rata. Kamu cuma memesan nasi goreng dan air putih, sementara yang lain memesan steak dan beberapa minuman mahal.
Di kantor9 / 12Proyekmu tenggatnya dua hari lagi dan hampir selesai. Atasanmu memintamu meninggalkannya dan memulai proyek baru yang mendesak.
Dengan pasangan10 / 12Pasanganmu ingin memakai sebagian besar tabungan bersama kalian untuk membeli mobil baru. Padahal uang itu kalian kumpulkan untuk liburan berdua.
Dengan keluarga11 / 12Kakak atau adikmu mau meminjam uang lagi. Pinjaman sebelumnya belum dikembalikan, padahal kamu mengandalkan uang itu bulan ini.
Dengan teman12 / 12Saat kumpul-kumpul, seorang teman bercanda dengan menjadikanmu bahan tertawaan di depan semua orang. Semua tertawa, tapi candaannya menyentuh hal yang sensitif buatmu.

Kuis ini berisi dua belas situasi sehari-hari: di kantor, dengan pasangan, dengan keluarga, dan dengan teman. Untuk setiap situasi, pilih jawaban yang paling mendekati apa yang benar-benar akan kamu lakukan, bukan apa yang menurutmu seharusnya kamu lakukan. Di akhir, kamu akan melihat gaya mana dari lima gaya konflik yang menjadi naluri pertamamu, apa gunanya, dan cara melenturkannya.

Lima gaya konflik

Asal-usul gaya-gaya ini

Kelima gaya ini dijabarkan oleh Kenneth Thomas dan Ralph Kilmann pada tahun 1974, berdasarkan kisi yang lebih dulu dibuat oleh Robert Blake dan Jane Mouton. Thomas-Kilmann Conflict Mode Instrument (TKI) yang resmi adalah produk terpisah, dan Nerve Arena tidak berafiliasi dengan instrumen tersebut maupun penerbitnya. Kuis ini orisinal dan informal: cara cepat untuk merenungkan kebiasaanmu, bukan asesmen yang tervalidasi.

Pertanyaan seputar kuis

Apakah ada gaya konflik yang paling baik?
Tidak. Setiap gaya tepat dalam situasi tertentu dan mahal harganya dalam situasi lain. Kompetisi melindungi hal penting saat waktu mendesak, menghindar menghemat energimu untuk pertengkaran yang benar-benar penting, dan akomodasi menjaga hubungan tetap hangat. Pandai menghadapi konflik berarti memilih gaya yang dibutuhkan saat itu, bukan gaya yang selalu kamu pakai.
Apakah gaya konflik bisa berubah?
Bisa. Hasilmu menunjukkan kebiasaan, bukan sifat yang permanen. Kebiasaan ini bergeser sesuai situasi (banyak orang tegas di kantor tapi santai di rumah) dan seiring latihan. Mencoba gaya yang jarang kamu pakai dalam obrolan yang taruhannya kecil adalah cara tercepat agar gaya itu siap dipakai saat taruhannya lebih besar.
Apakah ini tes Thomas-Kilmann (TKI)?
Bukan. Ini kuis orisinal dan informal yang dibuat oleh Nerve Arena. Kuis ini memakai lima gaya yang dijabarkan Thomas dan Kilmann, tetapi tidak satu pun pertanyaannya berasal dari Thomas-Kilmann Conflict Mode Instrument yang resmi, dan Nerve Arena tidak berafiliasi dengan instrumen tersebut maupun penerbitnya.
Apa yang sebaiknya kulakukan dengan hasilku?
Baca halaman gayamu untuk melihat kapan gaya itu membantu dan apa harganya bagimu, lalu pilih satu langkah untuk melenturkannya dan coba minggu ini. Lebih baik lagi, latih dulu: di Nerve Arena kamu berlatih percakapan sulit melawan lawan AI, jadi percakapan yang sungguhan bukan percobaan pertamamu.