Si Penyela
Memotong bicaramu sampai kamu menyerah.
Selalu memotong pembicaraanmu. Tidak membiarkan satu kalimat pun tuntas. Pertahankan hak bicaramu.
SedangMELATIHKesabaran
Main gratis di browserHadapi lawan ini dengan akun gratisCara dia bertindak
Si Penyela ingin pandangannya jadi suara paling keras di ruangan dan hal terakhir yang didengar semua orang. Dia menyela sebelum kalimatmu selesai, menyelesaikan kalimatmu seolah tahu isi kepalamu, dan mengulang poinmu dengan kata-katanya sendiri, sedikit melenceng. Cara ini berhasil karena kebanyakan orang sopan. Kamu berhenti, membiarkannya bicara, dan menunggu giliran yang tidak pernah datang. Atau kamu ikut mengeraskan suara, dan sekarang kalian berdua terlihat kasar. Apa pun pilihannya, poinmu tidak pernah tersampaikan utuh, dan versinyalah yang diingat semua orang.
Kalimat khasnya
Iya, iya, tapi gini lho.
Bentar, bentar, kamu nggak nangkep intinya.
Sebenarnya maksudmu tuh begini.
Yang ampuh
Yang dia takuti adalah penolakan yang tenang untuk menyerahkan kesempatan bicara, penolakan yang memperlihatkan kekasarannya tanpa membuatmu terlihat defensif. Saat dia menyela, jangan berhenti dan jangan mengeraskan suara. Jaga nadamu tetap stabil dan selesaikan kalimatmu, atau katakan terus terang bahwa kamu ingin menyelesaikannya, lalu lakukan. Janjikan untuk mendengarkannya setelah itu, dan tepati, karena itu menunjukkan kamu adil, bukan keras kepala. Dia kemungkinan akan mencoba lagi di giliran berikutnya. Ulangi langkah tenang yang sama setiap kali, dengan kata-kata yang sama juga boleh.
JawabanmuBiar aku selesaikan poin ini dulu, habis itu aku mau dengar poinmu. Tenggatnya baru bisa digeser kalau fitur kedua kita coret.
Yang jadi bumerang
Mengeraskan suara untuk menyamainya mengubah semuanya jadi adu teriak, dan dia lebih jago soal itu. Diam dan menunggu menunjukkan kepadanya bahwa menyela itu berhasil. Mengeluh panjang lebar soal kebiasaannya menyela, dengan nada ketus, membuatmu terlihat defensif dan memberinya bahan baru untuk menyelamu. Kalimat yang panjang dan berbelit memberinya lebih banyak celah untuk menyela.
Tidak yakin percakapan mana yang kamu hindari? Ikuti kuis gaya konflik.
Skenario
- Singkat
Rapat penuh selaan
Rekan setimmu terus memotong pembicaraanmu di rapat, dan kamu tidak bisa menuntaskan satu pikiran pun.
Baca panduannya (dalam bahasa Inggris): How to handle someone who keeps interrupting you
Tingkat yang sama
- Si TembokTidak memberi apa-apa dan menunggu sampai kamu menyerah.
- Si GeramSetiap masalah itu darurat. Dengan suara lantang.
- Si Tukang UngkitMasalahnya jadi rasa bersalahmu.
- Si Tukang NgaturPercaya penuh padamu. Mengecek semuanya dua kali.
- Si PanikanSatu salah langkah, semuanya hancur.
- Si Tukang LedekMengusik sampai kamu meledak, lalu menunjukmu.
- Si BirokratAturan tetap aturan. Apalagi yang salah.